Tujuan Dilaksanakannya Jasa Audit Secara Umum

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan semata-mata untuk mencegah kerugian besar sejak dini.  Proses audit berlaku bagi seluruh pihak yang berada dalam institusi pemerintah, industri, serta organisasi seperti partai ataupun forum tingkat mahasiswa.

Pengadaan audit sudah sejak lama diberlakukan guna meningkatkan mutu atau kualitas dari berbagai kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, jasa audit memiliki peran yang sangat penting dalam kesejahteraan suatu negara. Negara yang mampu menyelesaikan permasalahan dengan tepat dan cermat setelah dilaksanakannya proses audit, mampu berkembang ke arah yang lebih baik atau setidaknya mempertahankan kondisi yang sekarang telah diperoleh.

Tujuan dari Jasa Audit Secara Umum

Sehubungan dengan penjelasan mengenai tujuan yang dimiliki dari adanya pelaksanaan jasa audit, maka sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu secara singkat pengertian dari audit menurut ahli. Berdasarkan penuturan yang telah disebutkan oleh Arens dan Loebbecke, menyatakan bahwa audit merupakan suatu kegiatan yang bertujuan dalam hal pengumpulan serta evaluasi bukti mengenai berbagai informasi yang dilaksanakan oleh seseorang yang telah dianggap kompeten serta bergerak secara independen. Berikut ini adalah beberapa tujuan dilaksanakannya program audit, diantaranya:

  1. Memastikan keberadaan

Keberadaan yang dimaksud bukanlah lokasi dari orang hilang yang sedang dalam masa pencarian. Melainkan, keberadaan data yang lengkap disuatu perusahaan ataupun badan terkait. Melihat kondisi tersebut, audit akan melakukan pemeriksaan menyeluruh mengenai bukti transaksi yang telah dilakukan oleh perusahaan, lalu disesuaikan dengan catatan yang ditulis dalam laporan atau jurnal. Selanjutnya, segala keganjalan yang terjadi akan dimintai keterangan setelah pemeriksaan telah selesai dilakukan.

  1. Memastikan klasifikasi

Klasifikasi dilakukan berdasarkan urutan dari jenis transaksi yang telah dikelompokkan menjadi sebuah data yang telah urut. Sama halnya dengan keberadaan, audit klasifikasi akan memastikan bahwa keseluruhan transaksi telah tercatat dengan benar dan sesuai dengan fakta yang ada.

  1. Membuat penilaian

Seorang audit dituntut mampu memberikan penilaian secara objektif.  Oleh karena itu, selama proses audit berlangsung disebuah perusahaan, pihak auditor diharuskan memiliki pengetahuan yang diperlukan dalam memahami kondisi dari suatu perusahaan. Contohnya, jika melakukan penilaian dalam hal keuangan, dibutuhkan seorang auditor dengan pengalaman serupa di bidang akuntansi. Sehingga, setelah diberikan penilaian, pihak auditor mampu memberikan saran yang tepat supaya perusahaan dapat membenahi kekurangan ataupun kesalahan yang ada.

Sekian pembahasan mengenai tujuan dilaksanakannya jasa audit secara umum. Informasi selengkapnya, dapat dicari melalui situs-situs terpercaya lainnya ataupun bersumber dari buku. Semoga bermanfaat.